Jauh Sebelum Ada Corona, Penduduk di Pulau Ini Wajib Pakai Masker

TripPulau.online, Jakarta – Mengenakan masker sepertinya sudah menjadi kebiasaan baru di masa pandemi seperti sekarang ini. Namun ternyata, jauh sebelum munculnya virus Corona (COVID-19), salah satu pulau di Jepang telah menuntut masyarakatnya untuk memakai masker seumur hidup mereka. Penasaran di pulau apa? Simak ulasannya berikut ini!

Penggunaan masker di masa sekarang ini memang dilakukan demi mencegah penyebaran dan melindungi diri dari virus Corona. Setiap negara di dunia yang memiliki angka kasus COVID-19 cukup tinggi, telah mewajibkan masyarakatnya untuk mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah. Kebiasaan baru ini tentu membuat sebagian orang yang jarang mengenakan masker, merasa kurang nyaman.

Namun, ada salah satu pulau di Jepang yang bahkan telah menuntut masyarakatnya untuk memakai masker jauh sebelum adanya virus Corona. Masker juga harus digunakan seumur hidup mereka, bro. Pasti nggak nyaman banget, ya?

Terdapat Gunung yang Mengeluarkan Gas

Pulau tersebut adalah Miyakejima. Miyakejima merupakan sebuah pulau yang berada di Jepang dan diklaim sebagai kota paling berbahaya untuk ditinggali. Pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu ini merupakan bagian dari Kepulauan Izu dan berada di 180 kilometer pulau utama Jepang, Honshu.

Baca Juga : Aneh tapi Nyata, 7 Pulau Ini Mempunyai Bentuk Unik yang Mempesona

Pulau ini memiliki sebuah gunung berapi aktif di bagian tengahnya yang disebut gunung Oyama. Gunung ini telah meletus selama beberapa kali sepanjang sejarah. Pada 14 Juli tahun 2000, gunung ini meletus dengan rangkaian letusan yang cukup besar.

Nggak hanya mengeluarkan material vulkanik, gunung ini juga mengeluarkan gas sulfur-oksida (belerang) dalam jumlah banyak. Karena kondisi yang semakin parah, 3.600 penduduk pulau Miyake akhirnya dievakuasi dari pulau tersebut untuk menghindari keracunan gas.

Gunung Oyama masih terus melakukan aktivitas vulkanik dan gas beracun yang merembes dari dasar-dasar tanah. Oleh karena itu, pulau Miyake kemudian menjadi pulau paling beracun di Jepang.

Tahun 2005, saat semua aktivitas gunung Oyama telah berhenti dan situasi kembali stabil, warga pulau Miyake diizinkan pulang kembali, meski gas beracun masih seringkali mengancam warganya.

Namun, mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat. Seluruh warga baik orang dewasa dan anak kecil harus selalu membawa dan memakai masker gas agar terlindung dari paparan gas beracun.

Dilansir Earthtipper.com, pemerintah Jepang akan memberikan hadiah berupa uang bagi warganya yang tetap tinggal di pulau ini. Hal itulah yang menjadi alasan utama ribuan penduduk tersebut tetap bertahan di Pulau Miyakejima.

Menjadi Destinasi yang Menarik

Walaupun pulau tersebut kembali berpenghuni, hampir sepertiga wilayah Miyakejima tetap terlarang dan pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, termasuk memberlakukan batasan umur di daerah tertentu. Meskipun bahaya masih mengancam, Miyakejima kini menjadi destinasi menarik yang banyak dikunjungi wisatawan.

Wisatawan pun aman berkunjung asalkan nggak mendekati kawasan gas di sekitar gunung Oyama. Sebab, di luar itu keindahan alam dan kesuburan pulau ini memikat para wisatawan untuk berkunjung. Saat berkunjung pun para wisatawan tetap harus membawa masker.

Baca Juga : 5 Pulau Terbesar di Jepang yang Menyimpan Keindahan Alam Nan Eksotis!

Jika mau berkunjung ke Miyakejima dari Tokyo, bisa menggunakan kapal feri dari terminal kapal penumpang Takeshiba. Waktu tempuh menuju Miyakejima sekitar 6 jam 30 menit. Bisa juga naik pesawat terbang dari Tokyo. Penerbangan berangkat dari Bandara Chofu membutuhkan waktu sekitar 50 menit.

Miyakejima terkenal karena spesies burung liar, terutama burung Izu thrush. Ada juga fasilitas yang menyediakan kesempatan untuk pelancong mengamati burung melalui teleskop. Nggak hanya itu, bisa juga mempelajari tumbuhan alami di Miyakejima.

Gimana menurut lo, bro? Walaupun pulau ini masih dianggap berbahaya karena paparan gas beracun, kira-kira lo tertarik berkunjung ke sana?