7 Fakta Pulau Weh yang Harus Kamu Ketahui

Pulau Weh, pulau di ujung barat nusantara, tempat berdirinya tugu nol kilometer Indonesia, memiliki banyak objek wisata yang akan menyegarkan hati dan pikiran tiap pengunjungnya.

Ini adalah kunjungan pertama saya ke Pulau Weh, pertama kali pula saya berlibur ke luar pulau.

Saat itu, pertengahan Mei 2015. Selama dua hari, saya cukup puas menikmati segala keindahan panorama Pulau Weh yang bahkan sampai membuat para wisatawan mancanegara penasaran.

Pulau Weh bisa dicapai melalui Pelabuhan Ulee Lheu Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang. Tersedia dua jenis kapal, yaitu kapal cepat dengan waktu tempuh 30 menit dan kapal lambat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Di Pulau Weh saya mendapat banyak hal baru yang harus saya bagikan pada kalian. Inilah berbagai fakta mengenai Pulau Weh.

Fakta Pulau Weh

1. Berlayar bersama lumba- lumba

Menuju Sabang bukanlah hal yang sulit. Ada dua jenis kapal yang bisa mengantar ke Sabang, kapal cepat 30 menit dengan harga tiket Rp. 60.000/orang dan kapal lambat 2 jam perjalanan Rp. 23.000/orang. Kami mengambil alternatif kapal lambat untuk melakukan penyeberangan.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan Pesisir Pulau Karakelang

Dalam perjalanan kami disuguhi pemandangan laut yang sangat indah. Beruntung kami bisa melihat langsung lumba-lumba berlompatan di permukaan laut, mereka seakan mengiringi perjalanan kami saat itu.

Ini pertama kalinya saya menyaksikan lumba- lumba secara langsung, sensasinya membuat hati berdesir.

2. Banyak penginapan murah berfasilitas lengkap

Di Iboeh, kami menjumpai banyak jasa penyedia homestay menawarkan jasa yang menarik.

“Mau kemana Bang. Disini aja penginapannya murah loh, bisa di lihat- lihat dulu bang” celoteh seorang pemuda yang menawarkan jasa homestaynya

Uniknya penginapan ditempat ini kita bisa dapat dengan harga yang berbeda- beda. Penginapan yang langsung berhadapan dengan pantai, ini suatu hal yang indah, dimana kita bisa bersantai sambil menikmati keindahan panorama pantainya.

Kami berhasil mendapat penginapan dengan harga Rp 600.000/malam dengan fasilitas lengkap, serta aman dan sangat nyaman untuk kami beristirahat.

3. Pantai Anoi Itam, pantai berpasir hitam yang jadi salah satu destinasi unggulan

Pantai Anoi Itam terletak di sisi tenggara Pulau Weh, hanya membutuhkan 30 menit perjalanan dengan mengunakan motor. Keistimewaan pantai ini terletak pada pasirnya yang hitam, Dalam bahasa Aceh, Anoi Itam berarti pasir hitam.

Baca Juga: 7 Tempat Pilihan untuk Honeymoon di Indonesia

Kami berkempatan mengunjungi Resort Anoi Itam yang menakjubkan, disini kami dapat menikmati keindahan Pantai Anoi Itam dan pemandangan dari tebing-tebingnya yang menakjubkan.

Dengan menelusuri tebing-tebing terjal untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, Resort Anoi Itam sudah membangun jalan setapak dan beberapa gazebo yang akan memudahkan anda menelusuri pantai Anoi Itam.

4. Tempat berdirinya Tugu 0 Kilometer Indonesia

Bagi kamu yang sangat cinta dengan Indonesia, tugu yang satu ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Mengunjungi titik 0 Indonesia menjadi cerita seru yang tak akan terlupakan, apalagi kita bisa mendapatkan sertifikat Km 0 yang ditandatangani langsung oleh Walikota Sabang.

Tugu ini berjarak kurang lebih 29 km dari pusat Kota Sabang, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit bila menggunakan kendaraan. Tugu setinggi 20 meter yang masih dalam pembenahan tersebut berwarna krem dan merah muda dengan lambang Garuda yang sedang menggengam angka 0 di puncaknya.

Yang pasti jangan lupa untuk mengabadikan momen ini menggunakan kamera. Sekadar saran, carilah posisi di bagian barat tugu untuk mendapatkan wujud tugu keseluruhan.

5. Kecantikan Pantai Teupin Layee sangat menggoda

Bak pasar rakyat, itulah menggambarkan suasana di Pantai Teupin Layee, suasana pantai yang asri, panorama yang indah, dan wisatawan yang berlalu lalang menjadi pemandangan yang tak asing lagi di pantai ini, itulah yang paling menggoda.

Tak hanya itu di pantai ini juga berjejer rumah- rumah kayu yang nyaris menutupi kaki bukit yang menghadap langsung ke Pantai. Warung makan, toko baju dan kedai kopi juga dengan mudah ditemukan di Pantai ini.

Di seberang jalan kiri dan kanan berjejer baju- baju pelampung berwarna oranye yang tersusun rapi di rak khusus oleh penyedia jasa.

Tawaran demi tawaran yang mengiurkan sering keluar dari mulut pemuda- pemuda pengelola wisata sambil menebarkan senyum indah di setiap siapa saja yang lewat.

Lautan manusia berpelampung oranye memenuhi pesisir pantai ini menunggu untuk bermain bersama ikan hias yang bisa dinikmati dengan mata telanjang serta keindahan terumbu karang. Hal inilah yang membuat saya ingin kembali ke Pantai Teupin Layee.

6. Bersua dengan para nemo di Pulau Rubiah

Tak lengkap ke Pulau Weh tanpa mencoba snorkeling atau diving di Pulau Rubiah. Pulau Rubiah memang terkenal dengan wisata baharinya. Suara debur ombak Pulau Rubiah yang terdengar bagai musik orkestra yang mengalun merdu di gendang telinga.

Cuaca yang cerah, damai itu begitu terasa di sini. Setelah sampai di Pantai Teupin Layeu kita menyebrang lagi dengan menggunakan boat atau dengan perahu kaca.

Untuk biaya sewa biasa mulai Rp 100.000- Rp 350.000 per boat. Jadi kalau mau menghemat biaya, sebaiknya mengikuti rombongan atau cari teman yang satu tujuan, jadi bisa berbagi biaya.

Tidak sampai 15 menit dari Pantai Teupin Layeu, akhirnya sampai ke Pulau Rubiah. Dengan peralatan snorkeling yang cukup lengkap mulai dari mask, snorkel, pelampung dan fin, yang kami sewa di tempat peralatan seharga 40 ribu/ orang, kami langsung terjun ke air.

Tak sampai 5 menit kami sudah dikerubungi dengan ikan-ikan hias yang warna-warni, mereka sepertinya sudah akrab dengan manusia.

Pulau Rubiah identik dengan keindahan pemandangan bawah lautnya yang sangat indah. Terumbu karangnya yang banyak, tapi mata kami dimanjakan oleh ikan hias cukup besar beraneka warna dalam jumlah banyak.

Buat saya ini snorkelingnya pertama, dan sangat beruntung karena mendapatkan pemandangan yang begitu spektakuler. Saya sendiri tak pernah bosan rasanya melihat ikan-ikan hilir mudik, mengamati mereka beraktifitas langsung di depan mata.

Ini rasanya seperti melihat ikan hias di akuarium tapi tanpa kaca.

7. Bakpia Sabang aneka rasa, oleh- oleh yang tak boleh dilupakan

Membawa oleh- oleh untuk keluarga dan teman tercinta menjadi salah satu hal yang wajib jika kita bepergian. Bakpia Sabang, salah satu buah tangan wajib dibeli saat akan meninggalkan Sabang.

Kue yang memiliki aneka rasa mulai dari durian, kopi bahkan kacang hijau ini menjadi primadona bagi masyarakat Sabang.

Menyusuri Keindahan Pesisir Pulau Karakelang

Sabang di Provinsi NAD dan Merauke di Provinsi Papua adalah wilayah paling barat dan paling timur Indonesia. Keduanya terkenal berkat lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”.

Tapi tahukah dimana daerah paling utara Indonesia? Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara adalah jawabannya. Terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi, berbatasan dengan Negara Philipina.

Terdiri dari 17 pulau, termasuk Pulau Miangas sebagai pulau paling utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesisir Pulau Karakelang

Pulau Karakelang adalah pulau terbesar di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kota Melonguane yang menjadi pusat pemerintahan juga berlokasi di Pulau Karakelang.

Baca Juga: 7 Fakta Pulau Weh yang Harus Kamu Ketahui

Akses menuju Melonguane dapat dijangkau dari Kota Manado, baik menggunakan transportasi laut maupun udara menuju Pelabuhan Melonguane atau Bandara Melonguane. Tentu saja pilihan menggunakan transportasi udara jauh lebih cepat.

Jika menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Manado butuh waktu lebih dari sehari ke Pelabuhan Melonguane, dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Melonguane hanya butuh waktu sekitar satu jam. Saat ini, setiap hari terdapat satu penerbangan dari Manado ke Melonguane maupun sebaliknya.

Jalan utama di Pulau Karakelang dibangun di sepanjang pesisir mengelilingi pulau. Di sepanjang jalan, sangat mudah menemukan pantai yang indah. Pulau Karakelang yang terletak di Samudera Pasifik memang dikarunia deretan pantai dengan biru air laut yang jernih.

Sempatkan untuk menikmati keindahan pantai-pantai itu. Cobalah menyusuri pesisir barat dari Kecamatan Melonguane di ujung selatan sampai Kecamatan Essang di ujung utara Pulau Karakelang.

Sejatinya, keindahan deretan pantai sudah terlihat tatkala pesawat mulai bersiap mendarat. Hamparan pasir putih di sepanjang pulau yang dikelilingi laut biru terlihat begitu memukau dari ketinggian, membuncahkan hasrat untuk menyusuri keindahan pesisir Pulau Karakelang.

Baca Juga: 7 Tempat Pilihan untuk Honeymoon di Indonesia

Mulailah dari pelabuhan Melonguane. Tampak kapal feri Manado-Melonguane yang sedang bersandar. Tak jauh dari pelabuhan, di hamparan pantai berpasir putih, berderet perahu-perahu yang melayani penyeberangan ke pulau-pulau di sekitar Pulau Karekelang, termasuk ke Pulau Sara yang terkenal dengan keindahan dan kedamaian alamnya.

Di sebelahnya, tidak jauh dari Bandara Melonguane, pantai berpasir putih dengan ombak yang relatif tenang menjadi favorit masyarakat sekitar Kota Melonguane. Pada waktu sore, masyarakat memanfaatkan untuk bercengkerama bersama keluarga, terutama mandi di laut untuk mendinginkan badan di tengah panasnya udara. Di beberapa tempat juga terlihat kegiatan masyarakat yang mencari ikan, baik memancing ataupun menebar jala.

Bergeserlah ke utara menuju Pantai Arangas yang masih berada di Kecamatan Melonguane. Pasir putihnya yang berpadu dengan deretan pohon bakau sangat ideal untuk duduk-duduk sambil menanti mentari tenggelam di balik Pulau Salibabu yang terletak di seberang.

Bahkan keindahan pantai-pantai pesisir Pulau Karakelang bisa dinikmati tanpa perlu menjejak pasir pantai. Ketika memasuki jalan perbukitan yang mendaki, cobalah sejenak berhenti di puncaknya.

Edarkan pandangan ke arah pesisir dan nikmatilah keindahan alam Pulau Karakelang. Garis pantai yang panjang, hamparan pasir yang bersih, batu karang yang berserak di beberapa bagian pantai, deretan pohon kelapa yang berjajar rapi, laut biru yang terbentang luas, dan deburan ombak kecil yang mengusap bibir pantai. Lukisan alam yang benar-benar memanjakan mata.

Melajulah ke Kecamatan Beo dan Beo Utara, di antara deretan keindahan pantainya, yang paling terkenal adalah Pantai Lobbo. Hamparan pasir putih yang lembut berpadu dengan laut biru yang jernih sungguh menyejukkan pandangan.

Air laut yang biru itu menyatu dengan langit biru di batas cakrawala. Di antaranya, terlihat Pulau Tofor dan Pulau Dolong yang menambah daya tarik panorama Pantai Lobbo.

Lebih ke utara, memasuki Kecamatan Essang juga terhampar pantai-pantai yang indah. Lagi-lagi, mata dimanjakan dengan pemandangan garis pantai yang panjang, pasir putih yang lembut dan ombak yang relatif tenang bergelombang datang dari laut biru.

Sayangnya, saat ini akses jalan dari Kecamatan Essang ke arah utara untuk selanjutnya melingkar ke sisi pesisir timur masih belum begitu bagus. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terlihat tengah membangun dan memperbaiki akses jalan lingkar di sepanjang pesisir Pulau Karakelang itu.

Alternatifnya, sebagai penghubung antara pesisir barat dan pesisir timur, dibangun jalan dari Kecamatan Beo ke Kecamatan Rainis. Tempuhlah rute itu jika ingin menyaksikan pantai-pantai di pesisir timur yang tidak kalah cantiknya. Dari pesisir timur pun, perjalanan akan kembali ke Kota Melonguane.

Satu kesimpulan ketika menyusuri pesisir Pulau Karakelang. Begitu mudah menemukan pantai-pantai yang indah di sepanjang perjalanannya. Sungguh tepat kiranya Kepulauan Talaud berjuluk sebagai bumi Porodiso.

Begitulah teriakan para pelaut Portugis berabad yang lalu ketika mendarat di gugusan pulau di Kepulauan Talaud karena mengira menemukan potongan surga di bumi yang begitu indah.

Pulau Miangas yang Pernah Jadi Rebutan 3 Negara

Miangas, salah satu pulau di Provinsi Sulawesi Utara yang kini sedang menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia. Hal ini disebabkan mulai memanasnya situasi di Filipina dalam beberapa waktu terakhir.

Meski pulau ini resmi bagian dari negara Indonesia, tapi pemerintah mengantisipasi sebab adanya hubungan komunikasi antara masyarakat di wilayah perbatasan yang sering menjadi persoalan.

Memang Indonesia dan Filipina tidak pernah berselisih secara terbuka atas keberadaan Pulau Miangas. Namun posisi pulau ini sebagai wilayah terdepan, membuat jaraknya lebih dekat ke Filipina.

Karena itu, masyarakat pun lebih mudah menangkap siaran radio dan komunikasi lainnya dari Filipina ketimbang dari saluran Indonesia. Menyadari kenyataan tersebut, sejak tahun 2010 hingga kini pembangunan Miangas digencarkan.

Mulai dari pengadaan sistem telekomunikasi hingga pembangunan bandara dilakukan di pulau yang terletak pada ujung utara Indonesia itu

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Pulau di Sumatera Barat

Tentang Miangas, Pulau Menangis


Presiden Jokowi di Pantai Miangas

Pulau Miangas berada di Desa Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi utara. Dinamakan Miangas, sebab mengacu dialek setempat meangas atau meangis yang disederhanakan menjadi miangas. Artinya adalah menangis. Konon daerah ini sering menjadi sasaran penyerbuan perompak, karena itu penduduk asli pulau merasakan kehidupan perih penuh dengan tangisan dan air mata.

Miangas Pernah Diperebutkan Belanda dan Spanyol

Perebutan Pulau Miangas bermula saat kedatangan Belanda pada tahun 1677 di wilayah Sangihe dan Talaud. Pihak Belanda pun konon menandatangani perjanjian kontrak dengan raja-raja Satal atas wilayah tertentu termasuk Pulau Miangas. Kala itu, pulau ini sudah dihuni penduduk asli. Namun setelah Belanda masuk, di tahun 1889 kedudukan kepala desa Miangas dipegang oleh seorang Kapitan laut di bawah kendali Belanda.


Potret Pulau Miangas dan Bandara Udara

Di abad ke XVII, Spanyol yang menduduki Filipina singgah ke Miangas dan mengklaim pulau itu terlebih dahulu mereka temukan dan dinamai Palmas atau Polmas. Selanjutnya, Spanyol pun mencantumkan nama pulau Polmas (saat ini Miangas) dalam peta pelayaran laut mereka tanpa menyelidiki terlebih dulu siapa yang sebenarnya memiliki hak.

Baca Juga : 5 Pulau Mistis Tak Banyak Orang Yang Tahu

Spanyol pun mengaku jika menemukan Miangas pada tahun 1648, jauh sebelum kedatangan Belanda. Maka Spanyol bersikeras mengklaim bahwa mereka yang pertama kali menemukan, memberi nama, dan berdaulat atas pulau Miangas. Belanda pun tak mau kalah, akhirnya tak ada keputusan jelas tentang posisi pulau Miangas saat itu.

Perebutan Miangas Oleh Amerika dan Belanda

Tahun 1897-1898 terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat. Setelah Amerika mengantongi kemenangan, maka Spanyol menyerahkan seluruh wilayah Filipina termasuk pulau di sekitarnya. Kala itu, Miangas masuk pada daftar pulau yang dikuasai Spanyol dalam catatan negara itu. Hal tersebut memicu perselisihan antara Belanda dan Amerika.

Belanda tetap pada pendirian bahwa Miangas adalah bagian dari Karesidenan Manado, sedangkan Amerika meyakini Miangas adalah pulau yang tercantum pada wilayah Spanyol yang telah ditaklukkan. Tak kunjung selesai, perkara ini dibawa ke Pengadilan Mahkamah Internasional di Deen Haag dan dimenangkan Belanda.

Saat Indonesia merdeka, Miangas yang masuk dalam wilayah jajahan Belanda pada akhirnya menjadi bagian Indonesia.

Kondisi Pulau Miangas yang Amat Jauh dari Pusat Pemerintahan

Sebagai pulau terdepan dan terluar, Miangas masih rentan terhadap masalah perbatasan, terorisme, dan penyelundupan. Apalagi jarak Pulau Miangas dengan Kecamatan Nanusa terbentang 145 mil sedangkan dengan Filipina hanya 48 mil.

Banyak terjadi perkawinan WNI dengan warga Filipina, bahkan akses radio pun lebih mudah ke Filipina daripada Indonesia. Tak hanya itu, mata uang yang digunakan kebanyakan adalah peso Filipina. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran pemerintah pada pulau eksotis ini.

Upaya Pemerintah Memperkuat Nasionalisme Warga Pulau Miangas

Sebagai pulau paling ujung, Miangas dulu tak memiliki akses telekomunikasi sehingga warga merasa terisolir. Namun perubahan mulai difokuskan pada pulau Miangas. Mulai dari akses komunikasi seluler 2G yang diadakan sejak tahun 2010 hingga pendirian Bandara Udara Miangas pada tahun 2016 lalu.

Tak hanya itu, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga akan memasang drone untuk memperkuat sistem pertahanan. Drone ini digunakan untuk menunjang pihak TNI dalam menjaga keutuhan NKRI di perbatasan dengan Filipina itu.

Hingga saat ini, pemerintah sedang melakukan proses pembangunan infrastruktur untuk memperbaiki fasilitas di Miangas. Langkah ini merupakan angin segar bagi warga di daerah terpencil itu untuk merasakan secara langsung kepedulian pemerintah.

Tindakan seperti ini pun akan memperkuat rasa nasionalisme dan kecintaan pada tanah air. Karena sejauh apapun, mereka tetaplah Indonesia.

5 Destinasi Wisata Pulau di Sumatera Barat

Sumatera Barat merupakan provinsi di Pulau Sumatera yang berada di pesisir selatan.  Provinsi yang sering disingkat Sumbar berada di barat Bukit Barisan sehingga memiliki bentuk geografis yang bergelombang berupa perbukitan dan pegunungan.

Sumatera Barat memang menyimpan banyak destinasi wisata yang banyak di kunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya terkenal dengan wisata kuliner hingga Rumah Gadang, daerah ini juga terkenal dengan keindahan pulaunya. Berikut enam destinasi wisata pulau yang ada di Sumatera Barat yang dirangkum dari berbagai sumber.

Destinasi Wisata Pulau Sumatera Barat

 

  1. Pulau Pamutusan

Pulau Pamutusan terletak di Bungis Teluk Kabung, berjarak sekitar 38 Kilometer dari Kota Padang. Anda bisa menggunakan kendaraan bermotor dan memakan waktu kurang lebih 90 menit hingga 2 jam. Perjalanan yang cukup jauh ini akan terbayar dengan keindahan Pulau Pamutusan.

Baca Juga : 5 Pulau Mistis Tak Banyak Orang Yang Tahu

Pulau ini memiliki pasir putih yang halus dan dikenal dengan pemandangan bawah laut yang memang cukup tersohor. Anda bisa menyaksikan sendiri jika berkunjung ke pulau ini akan melihat berbagai biota laut dan terumbu karang saat snorkeling.

Kalau ingin menikmati keindahan salah satu pulau di Sumatera Barat ini dengan lebih jelas, Anda bisa naik ke atas bukit untuk bersantai. Di atas Anda akan melihat di pulau-pulau kecil yang ada di sekitar pulau ini.

 

  1. Pulau Sikuai

Pulau Sikuai adalah salah satu rekomendasi yang patut Anda kunjungi kalau berlibur di Sumatera Barat. Pulau ini berada sekitar setengah mil laut dari Kota Padang. Tepatnya, di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang asri dan barisan pepohonan di pinggir pantai dipadu dengan tenangnya riuh air laut. Tempat ini juga dilengkapi dengan pemandangan bawah laut yang akan ‘merayu’ Anda untuk berlama-lama. Kalau ingin bersantai, Anda dapat mengistirahatkan badan sejenak dengan menyaksikan momen matahari terbenam di tepi pantai.

Atau, jika tenaga Anda masih cukup, ada sebuah tempat yang disebut puncak pulau. Berbentuk seperti bukit yang dapat Anda naiki selama 30 hingga 50 menit. Di puncak ini, siluet cahaya matahari tenggelam ke dalam garis ujung laut sungguh menawarkan kenangan yang akan selalu membuat Anda rindu ingin kembali berlibur di Pulau Sikuai.

 

  1. Pulau Angso Duo

Pada umumnya wisatawan yang mengunjungi Sumatra Barat lebih senang datang ke kawasan Mandeh maupun Padang, namun sebenarnya daerah Pariaman juga memiliki sejumlah potensi alam yang memukau. Untuk bisa mencapai Pariaman, Anda harus melakukan perjalanan darat sekitar satu jam dari Padang. Dari sini, perjalanan menuju Pulau Angso Duo akan membawa Anda melewati sejumlah pantai seperti Cermin, Kata, dan Gandoriah.

Baca Juga : 7 Pulau Tak Berpenghuni Sangat Mempesona

Pulau ini memiliki keindahan bawah laut yang sangat memesona dengan keanekaragaman terumbu karang, ikannya yang bervariasi dan air lautnya yang jernih. Hamparan pasir putih yang halus, serta deretan pohon kelapa, menambah sejuk suasana. Ini yang menjadikan wisatawan domestik dan mancanegara banyak berlibur ke Pulau Angso Duo.

 

  1. Pulau Mandeh

Pulau Mandeh sering disebut sebagai ‘Raja Ampat di Sumatera Barat’. Untuk melihatnya, Anda harus naik ke puncak Mandeh yang letaknya di Dermaga Tarusan.

Kawasan Mandeh merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau-pulau kecil yang berada di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Alasan utama kenapa Pulau Mandeh seperti Raja Ampat karena adanya spot menyelam dan pemandangan pantai yang sangat menarik.

 

  1. Pulau Pasumpahan

Ini sebuah pulau kecil yang tenang dan memiliki pasir putih dengan pemandangan yang sangat eksotis. Inilah Pulau Pasumpahan, yang berada di perairan kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang provinsi Sumatera Barat. Di pulau ini Anda akan seperti dimanjakan dengan panorama alam yang sangat indah.

Selain pantainya yang berpasir putih, air laut yang bening dan pemandangan laut lepas yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini.  Bagi yang menyukai snorkeling, pulau ini memiliki keindahan bawah laut yang menawan. Pemandangannya masih asri dan terumbu karang yang masih terjaga menjadikan aktivitas snorkeling di pulau ini menjadi sangat menyenangkan.

5 Pulau Mistis Tak Banyak Orang Yang Tahu

Dibalik keindahan pulau seribu, ternyata pulau seribu memiliki beragam kisah-kisah mistis didalamnya. Baik cerita warga sekitar ataupun berdasarkan fakta sejarah. Dari banyak nya kisah di pulau seribu, berikut kisah mistis di pulau seribu yang ga banyak orang tahu yang telah dirangkum Travelista.

5 Pulau Mistis

 

  1. Pulau Onrust

Keindahan pulau onrust sangat menarik perhatian warga yang berkunjung ke pulau-pulau sekitar misalnya pulau bidadari, pulau cipir, dan pulau kelor. Sehingga, pulau ini kerap kali menjadi objek berfoto untuk pra wedding maupun sebagai latar belakang photography lainnya.

Pulau Onrust pun tidak jauh dari pulau jawa, pulau bidadari, pulau kelor, dan pulau cipir. Dahulu kala, di pulau inilah kapal-kapal Belanda berlabuh sebentar sebelum memasuki Batavia (Jakarta pada waktu itu).

Pulau Onrust juga merupakan salah satu pulau yang cukup bersejarah bagi bangsa Indonesia dan terkenal mistis karena pulau ini tidak terlepas dari sejarah kelam para penjajah zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Menurut penjaga pulau tersebut, sering sekali terdengar suara misterius hingga penampakan yang cukup menyeramkan.

Terkait sejarah, pulau ini sebagai tempat karantina bagi bangsa Indonesia yang baru menunaikan haji karena pemerintah Hindia-Belanda khawatir akan jemaah haji Indonesia membawa virus yang menular seperti TBC. Selain itu, pemerintah Hindia-Belanda khawatir jika para jamaah haji membawa pengaruh buruk bagi pihak Belanda.

Pada tahun 1933, pulau Onrust beralih fungsi menjadi tempat tahanan bagi para pemberontak dan orang-orang yang dianggap berpengaruh bagi warga Indonesia. Kemudian pada masa pemerintahan Jepang pulau onrust dijadikan tempat eksekusi bagi para tawanan yang melanggar serta berkhianat pada kekaisaran jepang. Hal ini terbukti akan adanya makam kuni yang tidak memiliki nama di pulau ini.

Noni Belanda menjadi momok pulau ini, legenda noni belanda yaitu hantu Maria Van de Velde. Makhluk yang sering menampakan diri menggunakan busana khas Belanda.

Menurut kisah diceritakan sebelum kematiannya ia kecewa karena pada hari pernikahannya sang kekasih tidak kunjung datang, karena pernikahan tersebut tidak disetujui oleh orang tuanya dengan diikutsertakan oleh orang tuanya kedalam pasukan militer Belanda agar ia tewas.

Baca Juga : 7 Pulau Tak Berpenghuni Sangat Mempesona

Peristiwa itu membuat Maria menunggu sang calon suami kemudian setelah mengetahui calon suaminya telah meninggal lebih dahulu ia kecewa dan akhirnya bunuh diri kemudian dikuburkan lengkap dengan baju pengantinnya di pulau ini.

Kuburan Maria ini kemudian dijadikan sebagai salah satu kuburan Belanda yang keramat karena disekitar kuburan ini pada malam hari sering muncul sosok hanntu Maria dan tentara zaman Belanda.

 

  1. Pulau Cipir

Tidak jauh dari pulau onrust terdapat pulau cipir, pulau kecil yang juga memiliki suasana mistis. Di Pulau Cipir terdapat bangunan tua yang dulunya dijadikan sebagai lokasi karantina para jemaah haji yang terjangkit penyakit menular.

Suasana mistis pada rumah sakit ini dikarenakan kondisi bangunan dan warna gelap yang dipenuhi oleh tumbuhan liar sehingga membuat bekas rumah sakit ini terasa semakin mistis.

Bergeser sedikit dari bangunan tersebut, terdapat rumah singgah yang sejak zaman dulu masih berdiri kokoh. Jika kamu merasa pemberani, cobain deh sensasi masuk ke dalam bangunan tersebut.

 

  1. Pulau Edam

Pulau ini relatif jarang dikunjungi wisatawan. Pulau kecil ini memiliki bagian yang bisa membuat kamu merinding, yaitu makam Ratu Fatimah.

Singkat cerita berawal dari kisah pada tahun 1750an, konon ada seorang wanita bernama Ratu Fatimah Syarifah yang menjadi wali sultan. Ratu Fatimah ini berdasarkan kisahnya sangat dibenci oleh masyarakat pribumi. Ratu ini bekerja dibawah perintah Gubernur VOC, Baron Van Imhoff.

Kisah kematian Ratu Fatimah inilah yang menjadi misteri karena di Pulau Edam ini terdapat 2 kuburan, namun masih belum diketahui yang mana yang benar-benar kuburan miliknya.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Pulau di Sumatera Barat

Beberapa kali dikuburan tersebut terlihat sesosok wanita namun belum diketahui pasti apakah sosok tersebut Ratu Fatimah atau bukan. Jika kalian berkunjung ke pulau ini, cobalah untuk berselfie di kuburan ini. Siapa tahu….

 

  1. Pulau Karya

Pulau Karya ini adalah salah satu pulau yang pada zaman dahulu dijadikan sebagai salah satu kantor pemerintahan, yakni Markas Danramil (Komando Rayon Militer) dan Markas Kepolisian Resor Kepulauan Seribu.

Berdasarkan kisah penjaga pulau, disini sering dilakukan ekspedisi atau pencarian harta karun. Kemudian, dari hasil ekspedisi ini banyak ditemukan gerabah dan hasil kerajinan tangan dari keramik dengan tulisan cina. Kerajinan tangan ini diduga merupakan salah satu peninggalan zaman kuno.

Baca Juga : Pulau Miangas yang Pernah Jadi Rebutan 3 Negara

Namun, saat penggalian tak sedikit pula yang menemukan tengkorak sehingga muncul rumor bahwa zamann dahulu pulau ini merupakan kuburan cina pada zaman penjajahan. Sehingga sebelum dinamakan pulau karya, pulau ini dinamakan pulau cina.

 

  1. Pulau Air

Pulau ini merupakan pulau kecil yang memiliki perairan seperti surga. Pulau ini dahulu sering dijadikan tempat berkemah bagi wisatawan, namun belakangan ini pulau ini tidak lagi diperbolehkan untuk berkemah.

Pada beberapa tahun terakhir banyak kejadian-kejadian aneh di pulau ini seperti pada awal tahun 2016 lalu, 2 mahasiswa asal bekasi tewas terkena ombak dipulau ini. Sebelumnya pada tahun 2013 juga 1 mahasiswa tewas terseret ombak pula di pulau air. Padahal ombak di pulau ini tidak terlalu besar.

Selain peristiwa orang meninggal karena terseret ombak tersebut, beberapa wisatawan pulau ini sering melihat sosok atau diganggu sosok aneh di pulau ini. Sehingga pengelola Pulau Air saat ini tengah menutup pulau ini dari wisatawan yang ingin berkemah.

Sehingga sekarang jika mengunjungi pulau ini, kamu hanya boleh singgah hingga matahari terbenam saja.

7 Pulau Tak Berpenghuni Sangat Mempesona

Ada lebih 17.000 pulau di Nusantara, yang membuat Indonesia jadi negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, hanya sekitar 30-35 persen saja yang berpenghuni. Pemerintah Indonesia sendiri baru mendaftarkan 13.466 pulau, termasuk 92 pulau kecil terluar ke Kantor PBB di New York, AS.

Menariknya, dari sekian banyak pulau tak berpenghuni itu, ternyata menyimpan pesona yang memukau. Seperti 7 pulau tak berpenghuni di Indonesia yang sangat indah ini.

Pulau Tak Berpenghuni Sangat Mempesona

 

  1. Pulau Pasumpahan

Dimulai dari sisi barat, pulau tropis nan eksotis ini masuk dalam wilayah administratif Kotamadya Padang, Sumatera Barat. Hamparan pasir putih dan lautan hijau biru yang masih sangat jernih menjadi pemandangan yang akan memanjakan mata kamu saat berada di Pulau Pasumpahan. Pokoknya, kamu bakal nyaman buat bersantai dan asyik untuk snorkeling!

 

  1. Pulau Nipa

Berstatus pulau terluar Indonesia dekat wilayah Singapura, Pulau Nipa menyimpan keindahan yang belum terjamah. Pada tahun 2000, pulau ini nyaris tenggelam karena penambangan pasir yang berlebihan untuk reklamasi Singapura.

Baca Juga : 5 Pulau Mistis Tak Banyak Orang Yang Tahu

Sekarang, pulau seluas 62 hektare yang berada di wilayah administratif Kotamadya Batam, Kepulauan Riau ini dijaga oleh TNI Angkatan Laut.

 

  1. Pulau Cemara Besar

Pulau ini ditumbuhi oleh pohon cemara di hampir seluruh daratannya, sehingga dinamakan Pulau Cemara Besar, terletak di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Tak heran jika pulau ini terkenal dengan kesejukannya.

Setelah menghabiskan waktu melakukan aktifitas snorkeling atau menyelam untuk menikmati keindahan surga bawah lautnya, kamu pun bisa bersantai.

 

  1. Pulau Selayar Bawean

Terletak di seberang utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pulau ini dikenal dengan banyak nama. Dalam Bahasa Melayu disebut Pulau Boyan, atau Pulau Majeti yang artinya Pulau Putri. Namun, orang lebih mengenalnya dengan nama Pulau Selayar, Bawean.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Pulau di Sumatera Barat

Menariknya, bentuknya terlihat seperti pulau saat air laut pasang. Jika air laut surut, maka akan terlihat seperti gunung.

 

  1. Pulau Intata

Berstatus sebagai pulau terluar, termasuk dalam 11 pulau terluar di kawasan Provinsi Sulawesi Utara, ternyata Pulau Intata sangat eksotis. Lautnya masih jernih berwarna biru hijau tosca, pasirnya lembut dan putih, serta kawasannya alami dan sejuk.

Letaknya berbatasan langsung dengan wilayah perairan Filipina, dan tidak jauh di seberangnya ada pula Pulau Kakorotan.

 

  1. Pulau Mandiki

Dengan keindahan alam yang memanjakan mata, kamu akan berdecak kagum saat menginjakkan kaki di Pulau Mandiki. Pulau ini berada di semenanjung barat Sumbawa, Nusa Teggara Barat, dengan ciri khas bebatuan indah di beberapa bagian pulau sehingga dikenal pula dengan nama Pulau Batu. Para petualang yang ingin berlibur tenang bisa datang ke pulau ini.

 

  1. Pulau Pombo

Sebagai kawasan konservasi, baik daratan maupun lautannya, Pulau Pombo tentu sangat menarik bagi para wisatawan. Kamu bisa mengamati burung dan tracking menyusuri, hingga berenang, snorkeling, dan diving di lautnya.

Nama pulau ini sendiri berasal dari spesies Burung Pombo yang banyak ditemukan di pulau yang hanya berjarak sekitar 5 km dari Pulau Ambon ini.

Jadi mana dulu nih yang ingin kamu sambangi?

6 PULAU TERINDAH DI INDONESIA BAGAIKAN SURGA

Pulau-pulau ini merupakan pulau impian bagi para wisatawan untuk datang menikmatinya.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang diapit oleh benua Asia dan Benua Asia serta dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia memiliki 17.508 pulau. Dari banyaknya pulau yang Indonesia miliki ada beberapa pulau memiliki keindahan alam dan pantai yang sangat menakjubkan bagaikan surga seperti Pulau Weh di ujung barat Pulau Sumatera, Pulau Karimunjawa di utara Pulau Jawa atau Pulau Arborek yang berada di kawasan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.

Berikut 6 Pulau Terindah Di Indonesia Yang Bagaikan Surga yang merupakan pulau impian bagi para wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk datang menikmatinya.

Continue reading “6 PULAU TERINDAH DI INDONESIA BAGAIKAN SURGA”

Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu Yuk, Ini Pilihan Destinasinya!

Kepulauan Seribu menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan keindahan pantai dan bawah airnya mampu memikat siapa saja yang datang berkunjung ke sana untuk sekedar melepas penat.

Tidak hanya itu saja, pulau tersebut juga menyimpan sejuta cerita tentang Indonesia di masa lalu. Penasaran? Yuk, ketahui apa saja wisata sejarah di Kepulauan Seribu, berikut ini!

Berbicara mengenai sejarah di Kepulauan Seribu memang enggak akan ada habisnya. Pasalnya keberadaan pulau tersebut masih berkaitan erat dengan berbagai cerita mengenai Batavia, pada masa penjajahan Belanda dulu.

Bahkan menurut beberapa sumber terpercaya, diantara banyaknya nama pulau di Kepulauan Seribu, ada beberapa yang dulu bernama kolonial. Sebut saja Pulau Middbur (Pulau Rambut), Rotterdam (Pulau Ubi Besar), dan Kuiper (Pulau Cipir). Namun sayangnya, kini nama-nama tersebut sudah diubah dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Continue reading “Wisata Sejarah di Kepulauan Seribu Yuk, Ini Pilihan Destinasinya!”

Kisah Pulau Tidung yang Berasal dari Raja Kalimantan

Traveler tentu mengenal nama Pulau Tidung di Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu. Konon, nama tersebut berasal dari Raja Kalimantan.

Nama Pulau Tidung di Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu identik dengan Jembatan Cinta sekaligus tempat wisata favorit wisatawan di Utara Jakarta. Hanya di balik keindahannya, Pulau Tidung menyimpan sejarah terkait identitas namanya yang belum banyak orang tahu.

Untuk mengetahuinya, detikcom pun berkunjung ke Makam Raja Pandita (Muhammad Kaca) atau yang disebut Nek Kaca oleh masyarakat setempat di Pulau Tidung Besar pekan lalu. Dari sana, terkuak soal penamaan Pulau Tidung.

Continue reading “Kisah Pulau Tidung yang Berasal dari Raja Kalimantan”

6 PULAU TERINDAH DI KEPULAUAN SERIBU

Kepulauan Seribu adalah sebuah Taman Nasional yang terdiri dari beberapa gususan pulau berjarak sekitar 45 kilometer dari Ibukota Jakarta, Indonesia.

Kepulauan yang secara adminstratif berada pada Kabupaten Adminstrasi Kepulauan Seribu, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Walikotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia menawarkan tempat wisata pulau dengan pemandangan yang sangat mempesona, pantai berpasir putih bersih nan lembut, kontur pantai yang landai, alam bawah laut yang menakjubkan, air laut yang jernih hijau kebiru-biruan dan berbagai fasilitas pantai yang lengkap serta lokasinya yang mudah di akses dari Kota Jakarta, menjadikan Pulau-pulau di Kepulauan Seribu sebagai Tempat Wisata Yang Menarik untuk Anda menghabiskan akhir pekan bersama teman atau keluarga.

Pulau-pulau di Kepulauan Seribu merupakan tempat yang ideal untuk menghabiskan akhir pekan setelah lepas dari rutinitas pekerjaan dan hiruk pikuknya kota Metropolitan. Dengan kejernihan air laut yang berwarna hijau zamrud serta keindahan bawah laut yang menakjubkan sangatlah cocok buat Anda melakukan kegiatan pantai seperti berenang, snorkeling, diving, berjemur matahari, memancing atau menikmati segala macam wahana air yang tersedia.

Berikut 10 Pulau Terindah Di Kepulauan Seribu Yang Wajib Anda Kunjungi saat berlibur di akhir pekan atau liburan panjang bersama teman atau keluarga.

Baca juga : Kisah Pulau Tidung yang Berasal dari Raja Kalimantan

1. PULAU PRAMUKA

Pulau Pramuka adalah salah satu pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu yang menjadi Tempat Wisata Favorit banyak wisatawan. Pulau ini menjadi tempat favorit bagi pecinta konservasi alam bawah laut.

Pantai dengan hamparan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih, terumbu karang yang indah serta biota-biota laut yang sangat menakjubkan menjadikan Pulau Pramuka menjadi Surga Bawah Laut bagi banyak penyelam.

Fasilitas Pulau Pramuka : Tempat penginapan (Home Stay), restoran, rumah sakit, lapangan olahraga dan juga masjid. Di Pulau Pramuka juga terdapat penangkaran Penyu Sisik. Anda dan para wisatawan lainnya dapat menyentuh penyu-penyu ini untuk menambah wawasan tentang hewan yang satu ini.

2. PULAU MACAN

Pulau Macan di Kepulauan Seribu ini berkonsep Eco Resort Village. Atsmofer natural di Pulau Macan akan membuat Anda terasa berada di lingkungan konservasi alam yang nyaman dan sangat unik. Tempat wisata yang terdiri dari dua pulau ini yaitu Pulau Macan Besar dan Pulau Macan Kecil yang letaknya berdekatan dapat Anda tempuh dengan berjalan kaki di saat air laut sedang surut.

Pulau Macan menawarkan berbagai type cottage seperti Sunset Hut, Dimana Anda dapat menikmati keindahan sunset dari balkon cottage, Red Brick, Eco Wood, Drift Wood dan Tent yang semuanya berkonsep unik.

Berbagai olahraga dan wahana air dapat Anda nikmati di pulau ini, mulai dari kano, berenang, snorkeling, surfing dan diving.

3. PULAU PARI

Pulau Pari merupakan pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu dan menjadi salah satu Pulau Terindah Di Kepulauan Seribu Yang Wajib Anda Kunjungi. Pulau yang hanya berjarak satu jam dari Marina Ancol ini. Di pulau ini Anda dapat menikmati liburan dengan suasana pantai yang indah, pantai berpasir putih, pohon-pohon yang rindang serta air laut yang jernih.

Di Pulau Pari terdapat tiga objek tempat wisata yang jangan sampai Anda lewatkan yaitu Pantai Perawan, Dermaga Bukit Matahari dan Pantai LIPI yang semuanya memiliki pemandangan pantai yang sangat indah dan mempesona.

Selain dapat menikmati pemandangan pantai yang indah dan mempesona, Di Pulau Pari Anda juga dapat menikmati keindahan pulau dengan menggunakan sepeda, menyelam di perairan dangkal (snorkeling) atau menjelajahi tepian pantai dengan sampan atau bermain wahana air seperti jet sky, banana boat, sepeda air, sofa board dan lain sebagainya.

4. Pulau Harapan

Pulau Harapan terletak sangat berdekatan dengan Pulau Pramuka dan tidak terlalu jauh dengan pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Di Pulau ini Anda dapat melakukan aktivitas snorkeling dan diving dengan spot-spot terbaik.

Dengan air laut yang jernih, terumbu karang dan biota-biota laut yang terawat dengan sangat baik menjadikan Pulau Harapan menjadi salah satu Pulau Favorit buat pecinta bawah laut. Pulau Harapan memang sangat pantas menjadi salah satu tujuan wisata di Kepulauan Seribu.

5. Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan salah satu Pulau Terindah Di Kepulauan Seribu Yang Wajib Anda Kunjungi. Pulau yang terkenal dengan Jembatan Cinta ini menawarkan pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan. Di pulau ini Anda akan disambut dengan keramah tamahan penduduk lokal yang sangat bersahabat menyambut Anda.

Di Pulau Tidung Anda dapat melakukan beragam kegiatan pantai seperti Berenang, Snorkeling, Diving, Memancing, Water Sport juga wisata sejarah yang perlu Anda ketahui.

6. Pulau Bidadari

Pulau Bidadari adalah salah satu Pulau Terindah Di Kepulauan Seribu Yang Layak Untuk Anda Kunjungi. Pulau yang hanya berjarak 15 kilometer atau dapat ditempuh selama 30 menit dengan speedboat dari Marina Ancol ini menyajikan pemandangan pantai yang indah dengan pohon-pohon yang menghijau di sepanjang garis pantai. Di Pulau ini Anda juga dapat menyewa resort terapung yang tentunya sangat disukai oleh banyak wisatawan.

Pemandangan Pulau Bidadari juga tak kalah menariknya, nyaman, asri dan alami hingga Anda akan merasa betah berlama-lama di pulau ini sambil melakukan aktivitas berenang, menikmati wahana air, bersepeda berkeliling pulau atau sekedar bersantai menikmati keindahan pulau.

Selain memiliki keindahan alam yang sangat mempesona, Di Pulau Bidadari juga terdapat sebuah benteng yang bernama Benteng Martello, bekas peninggalan Belanda dari abad ke-17. Di benteng ini Anda dapat melakukan aktivitas foto atau melihat-lihat keberadaan benteng.

Fasilitas Pulau Bidadari : Resort, Restoran, Land & Floating, Castle, Vollley Beach, Play Ground, Karouke, Meeting Room, Island Trip, Souvenir Shop, Jet Sky dan Banana Boat.

Akses Menuju Kepulauan Seribu.

Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Anda bisa menggunakan taksi atau mobil sewaan menuju Marina Ancol yang hanya berjarak 20 menit atau ke dari Muara Angke dan Dermaga Kali Asem, Jakarta Utara. Anda juga dapat berkunjung Ke Kesepuluh
Pulau Terindah di Kepulauan Seribu ini dari Dermaga Tanjung Kait atau Dermaga Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten sesuai dengan tujuan Anda.

Nah itulah 6 pulau Terindah Di Kepulauan Seribu Yang Wajib Anda Kunjungi saat libur akhir pekan atau libur tahunan bersama teman atau bersama keluarga. Jadikan Wisata Pulau Seribu Menjadi sebuah Wisata Impian Anda.