Disinggahi Jokowi, Ini Lima Fakta tentang Pulau Rote

Trippulau.online, Jakarta – Ada beberapa destinasi wisata alam yang bisa menjadi tujuan liburan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Berikut ini beberapa fakta tentang Pulau Rote yang mungkin bisa menjadi informasi sebelum Anda berlibur ke pulau perbatasan bagian selatan Indonesia ini.

1. Perjalanan ke Pulau Rote

Bandar Udara D.C. Saudale yang berada di Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote, saat ini baru melayani dua kali penerbangan kedatangan dan dua penerbangan pemberangkatan. Pesawat ke Rote adalah maskapai Wings Air dan berangkat dari Bandara El-Tari Kupang. Waktu tempuh selama 30 menit.

Pilihan lainnya adalah jalur laut dari Pelabuhan Laut Tenau, Kupang. Bila waktu terlanjur petang, ada baiknya Anda menginap di Kupang. Perjalanan akan ditempuh selama 2 jam dengan menggunakan feri cepat atau sekitar 4,5 jam dengan feri biasa.

Baca Juga : Pesona Keindahan Pulau Lembeh di Bitung

2. Oleh-oleh dari Pohon Lontar

Pohon lontar adalah tanaman khas Pulau Rote. Penduduk pun menjual gula pohon lontar sebagai oleh-oleh pengunjung. Konon, pelaut Bajo sering singgah untuk membeli gula lontar Rote.

Alat musik tradisional Rote dan NTT pada umumnya adalah sasando. Alat ini juga terbuat dari pohon lontar. Pemain sasando juga selalu mengenakan topi tradisional yang juga terbuat dari daun lontar.

Selain oleh-oleh dari pohon lontar, wisatawan juga bisa memilih kain ikat sebagai cenderamata.

3. Surganya Peselancar Dunia

Pantai Nemberala di Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, menjadi juara pada kategori Most Popular Surfing Spot dalam Anugerah Pesona Indonesia 2016. Pantai ini dinilai berkelas dunia karena keramahan ombaknya bagi peselancar.

Baca Juga : Rileks di Pantai Ujung Genteng, Pantai Indah di Sukabumi

Selain wisata selancar, turis asing juga banyak mengunjungi pantai itu karena keindahan alamnya. Panorama matahari terbenam yang eksklusif, keasrian pantai pasir putih, dan deretan pohon kelapa dengan buah segarnya mengundang selera peselancar dunia untuk kembali menikmati sejuta pesona kawasan Nemberala.

Nemberala bisa ditempuh 2 jam perjalanan dari bandara.

Selain Nemberala, ada Pantai Bo’a yang juga terletak di Kecamatan Rote Barat. Jaraknya sekitar 7,5 kilometer dari kota kecamatan. Pantai Bo’a juga disebut sebagai lokasi lomba selancar berstandar internasional karena memiliki gulungan ombak terbesar ke-2 setelah Hawaii. Lomba yang diikuti para penggila selancar dari seluruh dunia biasanya diadakan antara Oktober-September.

4. Wisata Danau dan Bukit

Di Pulau Rote juga terdapat danau yang jadi objek wisata yaitu Danau Laut Mati di Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur. Waktu tempuh dari ibu kota Kabupaten Rote Ndao ini memakan waktu 90 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Danau Laut Mati bisa dijelajahi dengan menumpang jet ski yang mengelilingi pulau-pulau kecil di dalamnya. Keunikan objek wisata ini adalah pasirnya berasal dari kulit kerang atau keong dan ikan yang hidup di dalamnya adalah ikan mujair atau ikan air tawar.

Lantas ada Bukit Mando’o yang dikenal warga dengan nama Tangga 300. Wisatawan harus melewati lebih dari 300 anak tangga untuk sampai ke puncak bukit ini. Saat sampai di puncak, Anda dapat melihat pesona kawasan pantai di Desa Kuli dengan hamparan laut yang berwarna biru menyatu dengan hijaunya hutan bakau yang rimbun.

5. Masyarakatnya Bertani Rumput Laut

Sejak dulu, masyarakat Pulau Rote menjadikan rumput laut sebagai mata pencaharian selain menangkap ikan. Misalnya di Pantai Mulut Seribu yang terletak di Kecamatan Rote Timur. Ada juga desa yang dipenuhi dengan jemuran rumput laut, yakni di sekitar Pantai Oeseli.

Karena letaknya yang tepat di pinggir laut, hampir seluruh penduduk Oeseli, Pulau Rote, berprofesi sebagai petani rumput laut. Untuk mencapainya, Anda bisa berangkat dari Nerembala menggunakan mobil. Jarak yang harus dilalui adalah sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam.

Pesona Keindahan Pulau Lembeh di Bitung

Lokasi: Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Map: Cek Lokasi

Banyaknya Pulau di Indonesia memang memberi keuntungan tersendiri. Salah satunya adalah keindahan dan pesona alam yang kita miliki mampu menarik para wisatawan yang ada di negara lain di seluruh dunia. Seperti adanya Pulau Lembeh, pulau yang menjadi primadona wisata bahari di Sulawesi Utara. Banyak wisatawan lokal ataupun mancanegara yang juga mengakui keindahan yang dimilikinya. Tahun 2014 sendiri BPS Kota Bitung sudah merilis data yang secara resmi menyatakan bahwa Pulau Lembeh memiliki 92 spot untuk menyelam.

Hal ini yang tak bisa disia-siakan agar masyarakat menggali potensi yang ada untuk menjadi objek wisata ternama. Meskipun namanya tidak setenar Bunaken tetapi keindahan yang ditawarkan juga tak kalah indah dengan Bunaken. Dari data yang ada, sekitar 20 wisatawan mancanegara datang ke objek wisata ini dengan menginap di Froggies Dive Resort. Alasannya adalah mereka ingin melihat langsung bagaimana keindahan alam bawah laut yang ada di Selat Lembeh ini.

Baca Juga : Rileks di Pantai Ujung Genteng, Pantai Indah di Sukabumi

Daya Tarik dan Keindahan Pulau Lembeh

Titik selam yang banyak di Pulau Lembeh ini menjadi salah satu alasan menarik mengapa banyak wisatawan datang untuk berwisata. Banyaknya titik selam ini juga dihuni dengan sekitar 300 famili binatang bawah laut dan puluhan ribu spesies yang ada di dalamnya. Spesies yang paling menjadi primadona adalah mini octopus. Tetapi spesies lain juga tak kalah menariknya, seperti Nudibranch, Pigmy Seahorse, Hairy Frogfish hingga Flamboyant Sotong.

Para pengunjung yang datang bisaa mengelilingi pulau dan mengunjungi beberapa spot selam menggunakan kapal nelayan. Tetapi harus menyewa, ya! Untuk satu kali jalan harga yang dipatok sekitar Rp. 200.000 hingga Rp. 300.000. Namun sebaiknya juga melakukan negosiasi dengan pemilik kapal ketika akan menyewa. Hal ini untuk mencegah adanya pihak yang dirugikan.

Setelah berkeliling di beberapa titik selam, pengunjung juga bisa datang melihat hutan mangrove. Beberapa wisatawan di Pulau Lembeh ini penasaran dengan adanya hutan mangrove yang hijau dan lebat. Area ini seringkali dimanfaatkan untuk berfoto atau sekadar jalan santai dan menghirup udara segar. Sebab, hutannya yang lebat dan bebas dari polusi udara memang mendukung suasana tempat wisata makin menarik. Ada jalanan yang terbuat dari kayu lebih dalam dan memudahkan wisatawan untuk melihat lat yang diapit oleh dua bukit.

Kawasan wisata mangrove ini memiliki luas sekitar 4 hektare dengan 4 jenis mangrove yang seperti Soneratia Alba, Soneratia Caeolaris, Rhizophora Mucronata hingga Rhizophora Apiculata. Berbagai keindahan dan pesona ini tersaji di Pulau Lembeh yang ada di Bitung.

Baca Juga : 6 Pulau Eksotis di Timur Indonesia yang Jarang Dikunjungi

Pulau Lembeh terletak di Kota Bitung yang terbagi menjadi dua kecamatan. Pertama kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan yang mana pulau ini juga dipisahkan dari daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh.

Untuk sampai di Pulau Lembeh ini wisatawan bisa menempuh perjalanan dari Manado ke Kota Bitung yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit. Bus umum dan taksi merupakan transportasi yang tersedia di jalur ini. Barulah nanti setelah sampai di Bitung, iwsatawan harus menuju ke Dermaga Ruko Pateten. Dari dermaga tersebut, wisatawan bisa menyeberang ke Pulau Lembeh dengan waktu tempuh 15 menit. Biaya yang dibutuhkan untuk menyeberang per orang sekitar Rp. 8000.

Destinasi Wisata Sekitar Pulau Lembeh

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa wisatawan bisa berkeliling ke beberapa destinasi wisata yang ada di sekitar Pulau Lembeh. Destinasi yang bisa dikunjungi adalah Monumen Tri Kota, Pulau Sarena dan Pantai Pasir Panjang. Pulau Sarena juga memiliki batu karang raksasa dengan lubang yang ada di bagian tengahnya. Adanya batu karang ini yang membuat air laut bisa menyelinap masuk diantara celah yang ada.

Tidak hanya menjadi sebuah objek wisata tetapi Pulau Lembeh juga dijadikan tempat untuk konservasi laut terutama untuk terumbu karang. Peranan dari tiap masyarakat memang penting dalam menajaga ekosistem laut dan pesisir. Mereka telah menyetujui adanya pembentukan DPL atau Daerah Perlindungan Laut. Kawasan yang dipilih menjadi PL diyakini sebagai kawasan yang memang tempat bertumbuhnya terumbu karang dengan kondisi relatif bagus dibandingkan tempat lainnya.

Salah satu bentuk dari usaha konservasi ini adalah melakukan transplantasi terumbu karang. Tujuannya adalah untuk mengurangi dan juga memperbaiki karang yang telah ada. Masyarakat setempat juga dibantu dan didampingi dengan aktivis Manengkel Solidaritas. Aktivis tersebut merupakan sebuah lembaga konservasi yang ada di Manado.

Monumen Trikora di Sekitar Pulau Lembeh

Tempat pertama yang bisa dikunjungi selain melihat keindahan bawah laut adalah Monumen Trikora. Bangunan ini diketahui dibangun di tahun 1992 dan diresmikan tahun 1993. Dalam bangunan tersebut ada relief yang menceritakan tentang pembebasan irian Barat. Pengunjung juga bisa melihat adanya pelabuhan Bitung dan Gunung Dua Bersaudara dari kejauhan. Bangunan ini memiliki tinggi 62 meter dan luasnya 2 hektare.

Pengembangan Pulau Lembeh Jadi Wisata Populer

Sulawesi Utara memang telah dinobatkan sebagai The Rising Star pada sektor pariwisata Indonesia. Hal ini karena adanya peingkatan kunjungan wisatawan hingga 600 persen yang ternyata masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Sulawesi Utara memiliki Pulau Lembeh sebagai daya tarik utama.

Respon dari Pemerintah adalah melakukan pengembangan terhadap Pulau Lembeh yang belum terlalu dikenal karena tak sepopuler Bunaken. Kabarnya pemerintah akan membangun jembatan yang bisa menghubungkan daratan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh. Hal ini untuk meningkatkan akses menuju kawasan wisata dan mempermudah wisatawan untuk datang.

Rencananya, jembatan yang dibangun adalah sepanjang 1 km dan membelah Selat Lembeh yang berupa perairan sempit dan menjadi tempat hilir mudiknya kapal. Biaya investasi jembatan ini diperkirakan mencapai Rp. 500 milliar. Jembatan tersebut juga akan terhubung dengan jalan tol Manado-Bitung yang ditargetkan Presiden Jokowi untuk selesai tahun depan atau tahun 2020.

Pulau yang satu ini diketahui menjadi lokasi terbaik untuk para penyelam dan pecinta fotografi bawah laut. Salah satu alternatif destinasi wisata di Sulawesi Utara meski tak sepopuler Bunaken.

Optimis untuk mengembangkan wisata ini karena memang banyak fasilitas pendukung KEK Bitung yang dirasa belum berjalan. Misalnya saja seperti pelabuhan yang dimulai pengembangan baru pada bulan Oktober 2019. Pengembangan ini untuk memisahkan pelabuhan rakyat dan juga pelabuhan yang ada sekarang ini.

Pemisahan pelabuhan juga menjadi sinergi antara pemerintah pusat dan juga daerah. Nantinya setelah fasilitas pendukung ini berfungsi maka KEK Bitung ini tentu diharapkan bisa berkembang. Ada banyak negara yang ingin masuk seperti Filipina dan Asia Bagian Timur. Selain pelabuhan, ada juga pengembangan serta pembangunan lainnya seperti jalan tol Manado-Bitung yang akan memudahkan jalur untuk menuju Pulau Lembeh juga.

Pesona dan keindahan Pulau Lembeh di Bitung ini tentu menjadi daya tarik utama bagi pariwisata Indonesia. Meski saat ini memang tak sepopuler Pulau Bunaken, Pulau Lembeh memiliki potensi besar untuk bisa dikembangkan dan menjadi objek wisata baru terutama di kancah Internasional.

Rileks di Pantai Ujung Genteng, Pantai Indah di Sukabumi

Bila Anda berkunjung ke Jawa Barat dan ingin berwisata alam, Anda dapat menjadikan Pantai Ujung Genteng  sebagai destinasi pilihan. Pantai ini tergolong sepi karena jauh dari keramaian sehingga cocok digunakan untuk menenangkan pikiran.

Pantai ini juga sangat nyaman karena terdapat banyak pepohonan yang rindang sehingga suasana menjadi sejuk. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ketempat ini khusus untuk menepi dari hiruk pikuk kota.

Asal nama dari Pantai Ujung Genteng ini adalah karena letaknya berada di bagian bawah Pulau Jawa. Masyarakat menafsirkannya sebagai ujung genteng atau ujung gunting. Dengan letak yang terpencil, pantai ini masih minim pengunjung sehingga masih asri dan jarang terjamah manusia. Masukkan Pantai Ujung Genteng untuk menjadi destinasi wisata di Jawa Barat dan rasakan sensasi ketenangan pantai ini untuk merefresh pikiran.

Baca Juga : 6 Pulau Eksotis di Timur Indonesia yang Jarang Dikunjungi

Lokasi Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng berlokasi di Ujung Genteng Ciracap, dan daerahnya masih termasuk dalam kawasan Sukabumi Jawa Barat.

Jalan/Rute Menuju Pantai

Pantai Ujung Genteng yang terletak di kawasan Sukabumi ini berdekatan dengan beberapa pantai lain diantaranya adalah Pantai Cimaja, Pantai Citepus, Pantai Cibangban, Pantai Karang Hawu dan Pelabuhan Ratu. Dari pusat kota, Pantai Pantai Ujung Genteng kurang lebih berjarak 80 km. Anda dapat berkunjung kesana dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

Bila Anda merasa bingung dengan arah yang akan dilewati, gunakanlah bantuan GPS atau bisa menyewa jasa ojek online. Tempat ini sudah banyak dikenal sehingga tidak sulit untuk menemukannya. Apabila Anda datang dari arah Jawa Tengah dan menggunakan kendaraan pribadi, lebih baik melewati jalan tol Cipali. Usahakan hindari melewati jalan raya Pantura untuk menghemat waktu karena akan memakan perjalanan 1 jam lebih lama. Setelah menempuh jarak 515,4 km dari tol Cipali, lanjutkan perjalanan menuju ke Sukabumi.

Untuk para pengunjung yang datang dari kawasan Jakarta, Bekasi atau Tangerang dapat melalui Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tangkil-Agrabinta.Perjalanan dari Jakarta Pusat hanya akan memakan waktu sekitar 4 jam 30 menit dengan jarak tempuh 139.1 km. Jika dari Banten, Anda dapat melewati jalur Pantura – tol Merak. Apabila melewati Jakarta, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Tol Tangerang dengan waktu yang digunakan kurang lebih 6 jam.

Baca Juga : 3 Pulau Cantik di Filipina, Cocok untuk Wisata

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk Pantai Ujung Gentengdibandrol dengan harga 10 ribu per orang. Tarif ini tergolong murah untuk menikmati keindahan alam yang menjadi dambaan para wisatawan.

Untuk tarif parkirnya adalah 2 ribu untuk roda dua, 5 ribu untuk mobil dan 10 ribu untuk bus.Namun di malam hari tidak ada tukang parkir yang berjaga sehingga Anda harus menjaga kendaraan Anda dengan baik.

Jam Buka

Pantai Pantai Ujung Genteng dibuka selama 24 jam sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai tanpa batasan waktu.

Pantai Ujung Genteng Angker

Pantai Pantai Ujung Genteng terkenal juga dengan cerita mistisnya. Tempat ini diakui cukup angker oleh masyarakat sekitar dan para pengunjung yang pernah mengalami kisah mistis. Beberapa orang berpendapat bahwa Pantai Pantai Ujung Genteng seringkali meminta korban. Seperti kejadian yang terjadi pada tahun 2016 yang lalu, 3 orang mahasiswa yang berasal dari Institut Teknologi Nasional Bandung terseret ombak dan dinyatakan hilang.

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa mahasiswa tersebut sedang bermain air di bibir pantai dan tiba-tiba ada ombak tinggi yang datang menggulung salah satu korban.Melihat kejadian, kedua rekannya berusaha menolong agar selamat. Tetapi naasnya, air kembali naik dan menyeret mereka bertiga. Selain kejadian ini, masih ada juga kejadian lainnya yang dialami oleh para wisatawan.

Kejadiannya berawal ketika ada wisatawan yang berasal dari Bandung berenang di pantai dan merasakan kakinya kram.Hampir saja nyawanya terenggutkarena terseret ombak. Kejadian yang lainnya juga terjadi saat salah seorang wisatawan menginap di penginapan sekitar Pantai Pantai Ujung Genteng. Dia melihat ada arwah wanita yang menggantung dan hal tersebut sangat menakutkan.

Masih banyak kisah yang beragam yang dialami oleh wisatawan dan mayoritas mengatakan Pantai Pantai Ujung Genteng angker. Namun, dibalik kisah mistis tersebut, Pantai Ujung Genteng memiliki pesona keindahan alam yang sangat indah sehingga tetap digemari oleh para pengunjung.

Perihal angkernya tempat, saya kembalikan kepada anda saja

Penangkaran Penyu Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng dikenal sebagai tempat konservasi penyu yang berada di kawasan Jawa Barat.Tepatnya kurang lebih hanya berjarak 2 hingga 3 km saja dari pantai.Untuk menjangkau tempat ini, Anda dapat berjalan kaki menyusuri pinggiran pantai.

Tempat penangkaran ini berdekatan dengan “Turtle Beach Hotel” dan Anda dapat bertanya dimana tempat penangkaran penyu kepada masyarakat sekitar.

Ditempat ini, Anda dapat melihat cara pengembangbiakan penyu agar tidak punah. Proses pengeraman telur penyu dan bayi-bayi penyu yang baru menetas juga dapat dilihat langsung oleh para pengunjung.

Penyu bertelur saat sudah mencapai usia 30 tahun sedangkan siklus bertelurnya dalam rentang 2 hingga 8 tahun. Sangat lama bukan? Oleh karena itu, penyu sangat dilindungi. Jika banyak yang memburunya sedangkan perkembangbiakannya sangat lambat, penyu akan mengalami. Dalam sekali bertelur, penyu dapat mengeluarkan hampir 100 telur namun yang berhasil menetas hanya sekitar belasan saja.

Kita wajib ikut serta dalam menjaga kelangsungan hidup penyu karena satwa ini sangat lambat perkembangbiakannya dan terancam punah.Jaga populasi penyu dengan tidak melakukan perburuan liar yang menyebabkan kepunahan.Jaga pula kebersihan laut agar penyu dapat hidup dengan baik di alam bebas. Karena ada banyak penyu yang mati karena menelan sampah yang dibuagsembarangan ke pantai.

Daya Tarik Pantai Ujung Genteng Lainnya

1. Pulau Terpencil

Dengan aksesnya yang cukup sulit dijangkau dan minimnya pengunjung membuat pantai ini sepi seperti berada di pulau terpencil. Namun ini adalah daya tarik tersendiri yang disukai beberapa wisatawan. Namun untuk keamanannya, lebih baik Anda berkunjung ke Pantai Pantai Ujung Genteng ini dengan mengajak kawan agar tidak sendirian.

2. Area Untuk Menikmati Sunrise, Sunset Dan Tempat Surfing

Dengan ombaknya yang dibilang cukup besar, tempat ini cocok untuk dijadikan tempat surfing. Selain itu, Anda juga dapat dengan leluasa menikmati sunset dan sunrise di Pantai Pantai Ujung Genteng.

3. Spot Foto Yang Menarik

Berwisata tanpa berfoto rasanya kurang afdol. Anda dapat berfoto ria bersama dengan keluarga atau teman dengan background pantai yang mempesona. Banyak orang yang mengatakan bahwa tempat ini mirip dengan pantai di Hawaii. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk mengoleksi foto terbaik di spot yang instagramable.

4. Bermain Air

Pantai PantaiPantai Ujung Genteng dinilai aman digunakan untuk bermain air. Namun Anda harus tetap waspada karena ombak dapat pasang dan surut dengan mudah tanpa bisa diprediksi. Berjaga-jagalah terutama bila Anda membawa anak-anak agar keselamatan mereka terjamin.

5. Lingkungan Yang Bersih

Lingkungan yang masih belum banyak terjamah manusia membuat kawasan Pantai Pantai Ujung Genteng terkenal dengan kebersihannya yang terjaga baik.

Segeralah agendakan liburan Anda untuk mengunjungi Pantai Pantai Ujung Genteng.Semoga informasi yang disampaikan dapat membantu Anda selam berlibur di Pantai Pantai Ujung Genteng dan jaga selalu diri Anda agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

6 Pulau Eksotis di Timur Indonesia yang Jarang Dikunjungi

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang indah dan menawan. Bali dan Lombok menjadi Banyak sorotan wisatawan lokal dan mancanegara, padahal Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang tidak kalah Indahnya.

Di sisi timur Indonesia, terdapat hamparan pulau yang masih asri dan belum banyak di kunjungi oleh para turis serta jarang di publikasi media. Di kutip dari CNNIndonesia berikut adalah pulau-pulau di timur Indonesia yang menarik untuk dikunjungi:

1. Wakatobi

Sebuah kepulauan di Sulawesi Tenggara, yang terdiri dari empat pulau yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Tempat ini memiliki spot menyelam terbaik di dunia. Wakatobi bahkan mendapat julukan surganya bawah laut oleh penyelam legendaris Perancis, Jacques Cousteau.

Baca Juga : 3 Pulau Cantik di Filipina, Cocok untuk Wisata

2. Flores

Dalam bahasa Portugis, Flores berarti bunga. Beberapa objek wisata yang bisa disambangi terbilang beragam, mulai dari yang memamerkan pesona alam seperti Gunung Kelimutu hingga yang mengusung adat istiadat seperti kampung Wae Rebo.

3. Ternate

Baca Juga : 5 Pulau Paling Unik yang Ada di Indonesia, Bikin Takjub!

Pulau ini dikenal sebagai pulau penghasil rempah sejak zaman Portugis melabuhkan kapalnya di Nusantara. Seakan tak ingin ketinggalan, Belanda pun turut menduduki Ternate untuk ‘mencicipi’ rempahnya. Tak heran jika banyak bangunan sisa kolonial yang masih berdiri tegak di tempat ini. Selain itu banyak lokasi yang menawarkan pemandangan eksotis di sini.

4. Misool

Salah satu lokasi di Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, yang cukup terkenal adalah Misool. Pulau ini dikelilingi hamparan pasir putih dan kontur perbukitan. Bahkan di Misool juga terdapat beberapa gua purba yang belum dieksplorasi.

5. Waigeo

Waigeo laksana secuil surga yang terlempar ke bumi. Kehidupan bawah laut di tempat ini seakan bersaing dengan keanekaragaman yang ada di hutan. Bahkan tempat ini menawarkan aktivitas pemantauan burung liar endemik, sebagai salah satu atraksi wisatanya.

6. Wayag

Secara kontur cukup berbeda dengan pulau-pulau lainnya. Wayng adalah pulau yang dipenuhi oleh karst seperti gua dan permukaan alam yang lainnya yang terbentuk oleh batuan. sehingga bagi siapapun yang ingin merasakan terasing ada baiknya mengunjungi tempat ini.

 

Kita harus banyak bersyukur karena di lahirkan di negara Undonesia yang kaya akan wisata nan mempesona. Tidak perlu berlibur ke Berbagai negara kalo di sinipun kaya akan wisata.

3 Pulau Cantik di Filipina, Cocok untuk Wisata

JAKARTA, Trippulau.online – Keindahan pantai di Filipina terkenal sampai tingkat internasional. Keindahan ini yang menjadi modal Filipina untuk memantapkan diri menjadi slogan terbaru Asia’s Beach Capital dan Leading Dive Destination (Pusat Pantai Asia dan Destinasi Selam Terdepan).

Tourism Operations Officer Market Development Division, Joseph R. Abaloyan, mengatakan ada tiga pulau di Filipina yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Saat berada di Filipina sempatkan untuk mengunjungi pulau tersebut untuk melakukan kegiatan laut.

” Boracay, pantai-pantai di Palawan, lalu juga ada di Batangas, keindahan laut dan pantainya sangat indah jangan sampai dilewatkan,” jelas Joseph R. Abaloyan saat di Hotel Akmani, Menteng, Kamis (20/2/2020).

1. Barocay

Boracay punya pantai-pantai dengan pasir putih yang cantik dan air laut yang hangat. Barocay dinobatkan sebagai salah satu pulau terbaik di Asia oleh Penghargaan Pilihan Pembaca 2018 dari Condé Nast Traveler.

Kamu bisa bersantai di hamparan pasir putih bersih sepanjang tujuh kilometer di Barocay. Kamu juga bisa pergi ke Pantai Bulabog untuk selancar dengan angin yang bersahabat dan bermain kiteboard.

Jika ingin ke Barocay kamu bisa mengambil penerbangan dari Manila ke Kalibo atau Caticlan. Dari Kalibo, gunakan transportasi van selama dua jam ke Caficlan. Dari Caficlan lanjut naik feri selama 10 menit ke Boracay.

Tersedia tempat makan, penginapan hingga resor di pulau ini. Satu kegiatan yang banyak diburu wisatawan adalah sunset sailing. Saat itu kamu akan dibawa menyusuri laut dengan perahu unik dengan jaring lebar di sisi kanan dan kirinya. Kamu bisa duduk diatas jaring dan menikmati sunset atau matahari terbenam yang cantik.

2. El Nido, Palawan

Pantai El Nido, Palawan adalah tebing batu kapur yang memiliki pemandangan spektakuler dan dikelilingi hutan hujan. Perairan biru yang jernih juga menambah cantik pemandangan pantai ini.

El Nido memiliki keindahan coral dan ragam ikan yang warna-warni dan bersahabat dengan pengunjung. Kamu bisa memberikan makanan pada ikan-ikan di sana.

“Kalau kamu ingin snorkeling di sini tempat yang tepat. Terdapat tempat peminjaman alat snorkeling dan juga petugas keamanan pantai. Dijamin 100 persen aman,” jelas Joseph.

Untuk sampai ke El Nido, kamu tinggal terbang dari Manila ke El Nido yang hanya membutuhkan waktu satu jam 15 menit.

Kamu juga dapat mengambil penerbangan ke Puerto Princesa kemudian bepergian melalui jalur darat atau terbang ke Busuanga kemudian bepergian dengan kapal ke El Nido.

3. Kepuluan Batangas

Kamu akan menemukan 319 spesies karang dunia di perairan hangat di Kepulauan Batangas. Jika kamu tidak menyelam, di sana terdapat tempat yang sempurna untuk belajar dari instruktur selam berlisensi internasional.

Kamu bisa mengunjungi Pantai Laiya di San Juan, Pantai Masasa, Pantai Calayo, dan masih banyak lagi.

Bagian yang lebih menarik lagi adalah tempat ini tidak jauh dari Manila. Kamu hanya perlu waktu dua jam untuk sampai ke Batangas dengan bus atau mobil.

Waktu terbaik saat menyelam dan melakukan kegiatan laut lainnya di Filipina adalah saat musim panas.

Kamu bisa mengunjungi banyak pantai di atas saat bulan Maret hingga Mei untuk mendapatkan waktu terbaik.

“Pada bulan-bulan itu langit akan sangat cerah, matahari selalu menyorot air laut, anginnya tidak terlalu kencang, ombaknya tidak tinggi,” jelas Joseph.

Selain deretan pantai di atas kamu juga bisa mengunjungi pantai-pantai lain seperti Pantai Dahican di Davao dan Pulau Mactan yang indah di Cebu.

 

5 Pulau Paling Unik yang Ada di Indonesia, Bikin Takjub!

Sebagai negara kepulauan, tak bisa dipungkiri Indonesia punya pesona alam yang luar biasa. Ribuan pulau, dari yang besar hingga kecil, dengan pantai-pantai indah menghiasi negeri ini dari barat hingga ke timur.

Nah, di antara deretan pulau-pulau tersebut, ada lho beberapa di antaranya yang punya keunikan khusus. Tapi mungkin kamu tidak tahu. Seperti 5 pulau unik berikut ini. Simak langsung yuk ulasannya!

1. Pulau Lumba-Lumba

Terletak di lepas pantai utara Pulau Flores, Indonesia pulau ini unik banget lho. Sesuai namanya, pulau ini memiliki bentuk mirip hewan laut Lumba-Lumba.

Bentuk unik pulau ini akan sangat jelas jika kamu melihatnya dari ketinggian.

2. Pulau Sumping

Terletak di Singkawang, Kalimantan Barat, siapa sangka jika ini adalah pulau terkecil di dunia.

Pulau yang memiliki nama lain Pulau Kelapa Dua ini cuma terdiri atas pasir dan batu serta beberapa pohon di atasnya.

Nah, di Pulau Sumping terdapat kelenteng yang sering digunakan oleh penduduk Tionghoa setempat untuk berdoa.

3. Pulau Dea-Dea

Jika pulau-pulau lain umumnya dihuni manusia, pulau ini justru dihuni oleh ratusan ekor kucing.

Ya, tak ada satu pun manusia yang hidup di sini, semua penghuninya adalah kucing. Karena itu, Pulau Dea-Dea sering dijuluki Pulau Kucing.

Para kucing sudah berkembang biak di pulau ini sejak puluhan tahun lalu. Dan semua kucing di sini beranak pinak secara alami tanpa campur tangan manusia.

4. Pulau Kumala

Namanya mungkin tak terlalu familiar di telinga kamu, tapi pulau satu ini unik banget lho. Pulau yang ada di Tenggarong, Kalimantan Timur ni hanya berisi wahana permainan.

Layaknya di taman bermain seperti Ancol, di pulau ini kamu bisa menjumpai beragam wahana permainan seperti jet coaster, bombom car, komidi putar, gokar, kereta mini hingga kereta gantung.

Jarang kan ya ada wahana bermain di tengah pulau seperti ini? Menariknya lagi, di sini ada Sky Tower setinggi 75 meter dimana kamu bisa melihat lanskap Kota Tenggarong dari atas.

5. Pulau Maratua

Pulau Maratua populer dengan keindahan pantainya yang luar biasa. Tapi di balik itu, ada keunikan lain yang tersimpan lho.

Apabila dilihat dari ketinggian, bentuk pulau ini mirip dengan tapal kuda. Di samping itu, bentuk pasir di pulau ini juga memiliki pola yang unik.

Keren! 3 Pulau Ini Punya Bentuk Yang Unik

Rahasia terciptanya alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Jutaan pulau tercipta dengan indahnya dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Beberapa diantaranya memiliki bentuk yang sangat unik sehingga tak ayal membuat penasaran para traveler untuk mengunjunginya secara langsung.

Pulau terunik berikut ini memiliki bentuk seperti bumerang, hati, dan ada juga yang berbentuk huruf U. Karena keunikan bentuk yang dimilikinya maka banyak traveler datang sekedar ingin menginjakkan kakinya di pulau tersebut maupun berfoto dengan latar belakang pulau unik ini. Berikut pulau berbentuk unik di dunia.

 

1. Pulau Molokini – Pulau Berbentuk Huruf U

Berlokasi di gugusan pulau Hawaii, tepatnya berada di antara Pulau Maui dan Kaho’owale. Molokoni ini memiliki bentuk yang unik yaitu menyerupai huruf U sehingga membuat turis penasaran untuk mengunjunginya. Perhatikan dengan seksama, bentuk pulau ini benar-benar melengkung sempurna dengan daratan berwarna hijau yang dikelilingi lautan biru makin menyempurnakan penampakan pulau ini.

Tidak hanya itu saja, Molokoni ini terkenal juga sebagai salah satu surga bawah laut yang ada di Hawaii. Di bawah lautnya terdapat tebing stinggi 91 meter yang dipenuhi terumbu karang yang menjadi rumah aneka spesies hewan laut.

2. Pulau Galesnjak – Pulau Berbentuk Hati

Bentuknya yang menyerupai hati menobatkan pulau ini sebagai pulau terunik paling romantis di dunia. Pulau Galesnjak terletak di lepas pantai Kroasia ini mendapat julukan sebagai Pulau Kekasih, sebab bentuknya yang seperti hati dianggap sebagai lambang cinta.

Pulau ini ditumbuhi banyak pepohonan dan tanaman-tanaman lainnya. Sejak kemunculannya pertama kali pada tahun 2009 yang ketika itu Google Earth mempublikasikan foto satelit pulau berbentuk hati ini, pulai Galesnjak kini mampu mencuri perhatian dunia dan menjadi objek burua para pacinta fotografi.

3. Pulau Mirip Bumerang di Kepulauan Spratly

Siapa yang tak kenal senjata tradisional milik suku Aborigin ini. Senjata bernama Bumerang yang mampu kembali kepada pemiliknya setelah dilempar ini ternyata memiliki kembaran lho. Bukan sebagai senjata melainkan sebuah pulau yang memiliki bentuk menyerupai Bomerang.

Pulau ini berada di Laut China Selatan dan masih termasuk bagian dari Kepulauan Spratly. Kepulauan Spratly sendiri adalah gugusan pulau yang dipersengketakan oleh negara-negara di sekitarnya yaitu Tiongkok, Taiwan dan Vietnam. Konon kepulauan yang hanya memiliki luas tidak lebih dari 3 km persegi itu menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah.

 

Di dunia ini ternyata banyak sekali hal-hal menarik dan unik ya. Di antara tiga pulau di atas, mana yang paling unik menurut Anda?

4 Pulau Kecil di Sumenep, Bak Surga Tersembunyi

Trippulau.online, Jakarta Madura memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk disambangi. Pulau yang terdiri dari 4 kabupaten ini menawarkan wisata alam yang tak kalah eksotis dari daerah lainnya. Kabupaten Sumenep adalah salah satu daerah yang dikenal dengan wisata alamnya yang penuh pesona.

Tak cuma di dalam pulau Madura, wilayah Sumenep juga terdiri dari jajaran kepulauan. Kempulauan ini seperti Kepulauan Sumenep, Kepulauan Kangean, dan Kepulauan Masalembu.

Sejumlah pulau-pulau kecil dapat diakses dengan mudah dan dekat dari pulau Madura. Pulau-pulau kecil ini mulai dikenal sebagai surga tersembunyi yang ada di Madura.

Pulau-pulau kecil di Madura memiliki panorama yang tak kalah indah dari daerah lain seperti Lombok atau Bali. Sejumlah pulau bahkan sudah mulai dilirik oleh wisatawan mancanegara. Berikut 4 pulau kecil di Sumenep, dirangkum Trippulau.online dari berbagai sumber, Minggu (13/5/2020).

 

1. Gili Labak

Gili Labak terletak di sebelah tenggara pulau Madura. Secara adminstratif, pulau ini masuk pada wilayah Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Luas Gili Labak tak lebih dari 5 hektare dengan jumlah penduduk kurang lebih 25 kepala keluarga.

Pulau ini dikenal sebagai surga tersembunyi di Sumenep. Di sini pengunjung bisa menikmati pantai pasir putih yang bersih dan halus. Di sini pengunjung juga bisa melakukan snorkeling atau diving dengan keindahan biota laut yang tak kalah indah dari daerah lain.

 

2. Gili Iyang

Pulau kecil yang juga dikenal sebagai pulau oksigen ini sudah terkenal bahkan hingga mancanegara. Pantai ini ikenal memiliki kandungan oksigen nomor dua tertinggi di dunia, setelah Yordania. Gili Iyang terletak di Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura.

Aktivitas laut seperi diving ataupun snorkeling juga bisa dilakukan melihat kualitas bawah laut yang bersih dan jauh dari polusi. Kualitas udara yang bagus membuat warga di pulau ini membuat warganya banyak yang berumur panjang.

 

3. Gili Pandan

Gili Pandan terletak di sebelah utara Pulau Madura, sejajar dengan perbatasan Sumenep dan Pamekasan. Pulau ini termasuk pulau yang tidak berpenghuni namun kerap menjadi destinasi wisata para pelancong.

Gili Pandan indah dengang kelokan bibir pantai berpasir putih yang memesona. Kejernihan air di pantai Gili Pandan tak kalah eksotis dengan pantai di Gili Labak.

 

4. Gili Bidadari

Gili Bidadari merupakan pulau kecil yang berada di sebelah barat Gili Raja. Masyarakat sekitar menyebut pulau ini dengan nama Gili Gilingan. Pulau ini cukup kecil dan hanya dihuni beberapa kepala keluarga. Penyebutan Gili Bidadari konon karena jumlah penghuni pulau ini didominasi oleh perempuan.

Gili Bidadari memiliki hamparan pantai pasir putih dengan air yang sangat jernih. Di sini pengunjung juga bisa menyaksikan aktivitas warga yang melaut dan mengolah ikan teri.

 

4 Tempat di Indonesia untuk Berenang Bareng Hiu, Berani?

Baru-baru ini video sekumpulan ikan hiu muncul di Pantai Nusa Dua, Bali, viral di media sosial. Di video itu, terlihat sejumlah hiu yang bergerombol dan berenang mendekati bibir pantai. Kerumunan hiu itu pun menarik perhatian turis sekitar.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang luas, fenomena munculnya hiu bukanlah kali pertama terjadi. Ada yang takut namun, adapula yang senang dan malah penasaran.
Bagi kamu yang penasaran dan ingin mencoba berenang bareng hiu mungkin bisa jadi pengalaman yang mengasyikan. Berikut, tujuh tempat berenang bareng hiu dan paus di Indonesia, berani?

 

1. Takabonerate, Sulawesi Selatan

Takabonerate tak hanya dikenal dengan pesona bawah lautnya yang indah. Sensasi bermain bersama bayi-bayi hiu, bisa kamu rasakan di taman laut yang terletak di Sulawesi Selatan tersebut.

Di Pulau Tinabo, kamu bisa menyaksikan baby shark berjenis black tip yang berenang di sekitar bibir pantai. Bahkan, fenomena ini menjadi satu-satunya yang ada di dunia.

Tak perlu takut bakal diserang, karena bayi hiu di Pulau Tinabo tersebut ramah pada manusia. Asalkan tidak terdapat darah atau hal yang memicu keagresifan hiu, kamu bisa bebas foto ataupun berenang di tengah kawanan bayi hiu tersebut. Menggemaskan!

Kapanpun kamu datang ke Takabonerate, bisa bermain dengan bayi-bayi hiu. Tapi saat Festival Takabonerate digelar setiap tanggal 24-28 Oktober tiap tahunnya, membuat bermain bersama bayi hiu terasa lebih meriah ditambah adanya ragam acara menarik lainnya yang tak kalah seru.

 

2. Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Pulau Derawan mungkin terkenal akan ubur-ubur jinak yang ada di Danau Kakaban. Tapi, pulau ini juga menjadi tempat yang harus kamu sambangi jika ingin melihat atau berenang bersama hiu.

Selain terumbu karang dan ekosistem mangrove yang masih alami, di sini kamu juga bisa dengan mudah bertemu hiu paus. Karena ukurannya yang besar, hiu paus pun berenang dengan lamban. Keberadaan hiu paus di Pulau Derawan dan sekitarnya, disinyalir berasal dari daerah Talisayan, Berau.

Meski diketahui tidak berbahaya bagi manusia, kamu tetap harus berhati-hati, ya jika ingin berenang bersama hiu paus. Jangan sampai terkena kibasan ekornya yang besar.

 

3. Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur

Dari Kalimantan Timur ke Nusa Tenggara Timur, di tempat ini menjadi pertemuan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, tepatnya di Laut Sawu.

Mengutip laman resmi Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP), perairan Laut Sawu memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat melimpah. Lebih dari itu, perairan ini menjadi lintasan berbagai biota laut yang dilindungi.

Selain itu, Laut Sawu juga menjadi rumah bagi hiu paus dan lumba-lumba. Pada bulan-bulan tertentu, kamu bisa bertemu paus biru dan paus sperma yang sedang bermigrasi. Menarik bukan?

 

4. Pulau Morotai, Halmahera

Selanjutnya adalah Pulau Morotai, salah satu dari 10 Destinasi Prioritas yang dicanangkan pemerintah ini juga menjadi spot terbaik untuk melihat hiu. Tak disangka, selain pesona bawah lautnya, Pulau Morotai juga menjadi rumah bagi spesies hiu black tip.

Kamu bisa melihat hiu-hiu tersebut pada kedalaman 10-20 meter saja. Tak cuma hiu saja, di Pulau Morotai kamu juga bisa melihat kawanan lumba-lumba yang terkadang sering muncul. Hanya saja kemunculannya tidak bisa diprediksi.

4 Pulau Terindah di Queensland, Australia

Dikelilingi oleh air, benua Australia memiliki lebih dari 8.000 pulau di perbatasan maritimnya. Banyaknya pulau di bawah tanah adalah tempat liburan yang populer, menarik pengunjung dari seluruh dunia. Berkat fitur geologisnya yang khas, flora dan fauna, pulau-pulau Australia juga penuh dengan kejutan.

Inilah beberapa pulau indah yang berada di Queensland, Australia. Queensland adalah negara bagian Australia yang meliputi timur laut benua itu, dengan garis pantai yang membentang hampir 7.000 km.

1. Whitsundays Islands

Terletak di jantung Great Barrier Reef di pantai Queensland, terbentang 74 keajaiban pulau. Mayoritas Kepulauan Whitsunday adalah taman nasional yang tidak berpenghuni, tetapi empat pulau menawarkan berbagai akomodasi resort, semuanya dekat dengan Great Barrier Reef dan terumbu karang.

The Whitsundays adalah rumah bagi resort pulau yang terkenal di Pulau Hamilton, Pulau Hayman, Daydream Island Resort, dan Palm Bay Resort di Long Island. Ini juga merupakan tujuan liburan tersendiri, dengan kota-kota yang hidup, pemandangan yang menakjubkan serta air terjun yang indah. Kepulauan Whitsunday tersebar di sepanjang pantai timur Queensland seperti zamrud di laut perak.

2. Lady Elliot Island

Terletak di terumbu karang paling selatan di Great Barrier Reef, tanah sebesar 110 hektar di Lady Elliot Island adalah rumah bagi satu resort ramah lingkungan. Selain dari beberapa terumbu karang terbaik untuk snorkeling dan menyelam (belum lagi kejernihan air yang spektakuler), perairan di sekitar pulau ini adalah habitat bagi penyu laut, tempat berkembang biak bagi paus bungkuk. Pulau itu sendiri memiliki keragaman burung laut tertinggi di pulau mana pun di dalamnya.

3. Heron Island

Pohon-pohon palem dan pasir pantai menjadi tuan rumah sebuah resort dan stasiun penelitian mewah tunggal di Pulau Heron, di ujung selatan Great Barrier Reef. Untuk turis wisatanya berada di utara ke taman bermain yang dikembangkan di Whitsunday Islands. Dari bulan Oktober hingga Maret, ratusan penyu Hijau dan Loggerhead kembali berkembang biak di sini.

4. Magnetic Island

Tepat di lepas pantai Townsville, Queensland, Pulau Magnetic memiliki reputasi sebagai pulau yang cocok untuk menikmati alam di siang hari, dan pesta sepanjang malam. Sekitar 800 koala menyebut pulau itu sebagai rumah, bertetangga dengan rock wallaby dan lebih dari 180 spesies burung.